- Komisi I DPR RI Kunjungi Markas Korem 101/Antasari Bahas Kodam Baru
- Pemprov Kalsel Fasilitasi 150 Lulusan SMA Kuliah Luar Negeri
- Kementrian PU Rencanakan Bangun Jembatan Barito Dua
- Tolak Instruksi Menhub Ratusan Massa Datangi KSOP Banjarmasin
- Komitmen Dukung Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Gubernur Kalsel Terima Universal Health Coverage (UHC) Awards Tahun 2026 Kategori Madya
- Gubernur Kalsel Resmikan Lapangan Tenis Binda Kalsel, Hj Fathul Jannah Tekankan Olahraga sebagai Jembatan Silaturahmi
- Sheila On 7 Guncang Buzz Youth FestPuluhan Ribu Penonton Bernyanyi Bersama
- Ketua TP PKK Kalsel Salurkan Bantuan Sembako untuk Warga Terdampak Banjir di Jejangkit Batola
- Wayang Golek Sunda: Sejarah, Perkembangan, dan Nilai Budaya Sejak Abad ke-17
- Kehangatan di RS Bhayangkara, Gubernur dan Kapolda Kalsel Dampingi Dua Anak Yatim Pejuang Kesembuhan
Dinsos Kalsel Komitmen Bantu Kelompok Rentan Lewat Bimtek Program UEP-P dan PENA

Banjarmasin : Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Program Usaha Ekonomi Produktif Perorangan (UEP-P) dan Pahlawan Ekonomi Nusantara (PENA) selama dua hari, 9–10 Juli 2025, di Banjarmasin. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Pelaksana Tugas Plt. Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalsel, Gusti Yanuar Noor Rifai.
Baca Lainnya :
- Gubernur Kalsel Instruksikan Kesiapsiagaan Penuh Hadapi Karhutla 20250
- Wagub Kalsel Hasnuryadi Semangati Mahasiswa dalam Seminar Nasional di Universitas Muhammadiyah Banjarmasin 0
- Wisatawan Kalsel Kini Banyak Melirik Wisata Kulineerr0
- Sakit Hati dan Cemburu Buta Berujung Maut 0
- Gubernur H. Muhidin Sambut Kedatangan Jaksa Agung ST Burhanuddin di Bandara Syamsuddin Noor0
Dalam kesempatan tersebut, Rifai menyampaikan bahwa Bimtek ini bertujuan untuk menyamakan persepsi serta meningkatkan pemahaman para pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program UEP-P dan PENA. Melalui kegiatan ini, peserta dibekali materi mengenai kebijakan, program, serta dukungan teknis yang diharapkan dapat mendorong efektivitas dan keberhasilan pelaksanaan program di lapangan.
“Kemiskinan masih menjadi isu besar di Kalimantan Selatan. Maka, kegiatan ini menjadi salah satu bentuk komitmen kita bersama dalam memberikan solusi yang konkret, terarah, dan terpadu untuk membantu masyarakat, terutama kelompok rentan,” kata Rifai, Banjarmasin, Rabu (9/7/2025).
Bimtek ini diikuti oleh 45 peserta yang terdiri dari pendamping sosial dan keluarga penerima manfaat (KPM) yang berasal dari 13 Kabupaten/Kota di Kalimantan Selatan. Peserta berasal dari Kota Banjarmasin (9 orang), Kota Banjarbaru (3 orang), Kabupaten Banjar (3 orang), Tapin (3 orang), Hulu Sungai Selatan (3 orang), Hulu Sungai Tengah (3 orang), Hulu Sungai Utara (3 orang), Balangan (3 orang), Barito Kuala (3 orang), Tanah Laut (3 orang), Tanah Bumbu (3 orang), Kotabaru (3 orang), dan Tabalong (3 orang).
Adapun narasumber dalam kegiatan ini meliputi Kepala Dinas Sosial Provinsi Kalsel, Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Kalsel, perwakilan Bank Kalsel, serta Tim Pekerja Sosial Dinsos Kalsel.
Berbagai materi disampaikan kepada peserta, diantaranya, kebijakan Dinas Sosial Provinsi Kalsel dalam penanganan fakir miskin, program Perlindungan dan Jaminan Sosial, manajemen keuangan usaha UEP-P dan PENA serta pengenalan Kredit Usaha Rakyat (KUR), serta teknik pemberdayaan sosial ekonomi keluarga melalui manajemen teknis UEP-P dan PENA.
Rifai juga menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari tahapan panjang pelaksanaan program bantuan sosial ekonomi produktif yang dimulai dari pengajuan proposal, verifikasi data berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), hingga pemberian bantuan serta evaluasi berkelanjutan.
“Data DTKS menunjukkan bahwa angka kemiskinan di Kalsel masih cukup tinggi. Maka, dengan adanya kegiatan UEP-P dan PENA ini, kita berharap bisa memberikan stimulasi ekonomi bagi keluarga miskin agar mampu mandiri secara ekonomi,” tambahnya.
Ia juga menekankan pentingnya kerja sama dari seluruh pihak, baik pemerintah pusat, daerah, maupun masyarakat dalam menanggulangi kemiskinan. Menurutnya, program bantuan sosial harus dijalankan dengan memperhatikan kearifan lokal dan potensi sosial yang dimiliki masing-masing wilayah.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh peserta dapat memahami peran dan tugasnya dalam mendampingi pelaksanaan program, serta mampu mengoptimalkan program UEP-P dan PENA sebagai sarana pemberdayaan sosial ekonomi masyarakat menuju kemandirian.(smartbanua)
