- Panglima Batur Salurkan Makanan dan BBM Gratis untuk Relawan Karhutla
- Hari Santri 2026 di Kalsel, Momentum Santri Jadi Agen Perubahan
- Polresta Banjarmasin Tangkap Pelaku Penyalahgunaan BBM Subsidi
- Atasi Karhutla, Dry Ice Ditebar di Langit Kalsel
- BNPB Siapkan Teknologi Dry Ice untuk Bantu Penanganan Karhutla di Kalsel
- Empat Korporasi Tersangka Karhutla
- Pemprov Kalsel Minta Pulangkan Kepala Demang Lehman dari Belanda
- Karhutla Sambang Lihum Ditangani dengan Membalik Gambut dan Pembasahan, Asap Mulai Berkurang
- Banjartimes Bersama Kurawal Foundation Gelar Diskusi Publik Ketika Jurnalisme Kembali Mencari Jalan Pulang kepada Warga
- TPP ASN Kalsel Naik hingga 98 Persen, Gubernur Minta Kinerja Makin Baik
Disdikbud Kalsel Dorong Pelestarian Merepah Sahaja Budaya Meratus

Banjarmasin : Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan melalui Bidang Kebudayaan Seksi Sejarah dan Tradisi bekerja sama dengan Majelis Agama Kaharingan Indonesia (MAKI) dan Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan menggelar kegiatan “Merepah Sahaja Budaya Meratus”.
Kegiatan ini merupakan upaya Pemerintah Provinsi Kalsel dalam rangka melestarikan serta memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada masyarakat luas.
Baca Lainnya :
- Rakerprov FORKI; Paman Birin Tekankan Asah Karatekan Raih Prestasi Nasional dan Internasional0
- Jelang Nataru dan Haul Guru Sekumpul, Gubernur H. Muhidin Tekankan Bupati/Walikota Pentingnya Pasokan Pangan Agar Inflasi Terjaga0
- Polres Banjarbaru Ungkap Kasus Pembuangan Bayi0
- Tagana Kalsel Tingkatkan Kapasitas Collapse Structure Search dan Rescue0
- Tagana Kalsel Basarnas Bersinergi Tingkatkan Rescue Bencana Reruntuhan0
Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, mulai 15 – 16 Oktober 2025, berlokasi di kawasan wisata Graha Wisata Amandit Loksado. Merepah Sahaja Budaya Meratus menampilkan berbagai ragam budaya masyarakat Dayak Meratus, kompetisi permainan tradisional seperti menyumpit dan balogo, pasar budaya dan kuliner, serta workshop budaya tentang seni ukir, pakaian adat, dan pembuatan kain khas Meratus.
“Kegiatan ini diinisiasi sebagai wadah untuk menghidupkan kembali semangat budaya dan adat istiadat masyarakat Dayak Meratus, sekaligus memperkenalkan keunikan serta nilai luhur budaya ke tingkat nasional dan internasional, agar menjaga Warisan Budaya di Tengah Arus Modernisasi,” kata Gubernur Kalsel, H. Muhidin diwakili Kepala Disdikbud Kalsel, Galuh Tantri Narindra, (16/10/2025).
Galuh Tantri menambahkan, selain menampilkan kekayaan seni dan tradisi, kegiatan ini juga menjadi ruang promosi bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif lokal, serta wadah edukasi bagi masyarakat dan wisatawan untuk mengenal lebih dekat kehidupan dan kearifan masyarakat Meratus.
“Ke depan budaya Dayak Meratus semakin dikenal luas, menjadi daya tarik wisata unggulan, dan menjadi pilar penting pelestarian budaya lokal di Kalimantan Selatan,” pungkasnya. (smartbanua)
