- Milad ke-51 MUI Kalsel, Gubernur H. Muhidin Tekankan Sinergi Ulama dan Umara untuk Kemajuan Banua
- Gubernur Kalsel H Muhidin Ungkap Alasan PLN Lakukan Pemadaman Listrik Bergilir
- Polresta Banjarmasin Bersihkan Eks Terminal Pasar Sentra Antasari, Wujudkan Lingkungan Sehat
- ETLE Handheld Tindak 20 Pelanggar Parkir di Badan Jalan Banjarmasin
- Wagub Hasnuryadi Tegaskan Pemprov Kalsel Siap Bersinergi Kembangkan Olahraga Sambo di Banua
- Gubernur H. Muhidin Resmi Dilantik Sebagai Ketua Majeliis Pembimbing Daerah (Mabida) Gerakan Pramuka Provinsi Kalsel
- Hj. Fathul Jannah Dilantik sebagai Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Kalsel; Siap Perkuat Pembentukan Karakter dan Pengembangan Potensi Generasi Muda
- Komitmen Gubernur Kalsel H. Muhidin Terus Tingkatkan Berbagai Program Gerakan Pramuka ke Tingkat Nasional
- Seminar Hari Kebaya Nasional 2026, TP PKK Kalsel Ajak Generasi Muda Lestarikan Kebaya
- Gubernur Kalsel Apresiasi Milad ke-30 Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, Dorong SDM Unggul dan Berdaya Saing
Polisi Gagalkan Peredasan 2 Kg Sabu dan 1.670 Butir Ekstasi di Perairan Sungai Barito

Banjarmasin - Sat Polairud Polresta Banjarmasin berhasil menggagalkan jaringan peredaran narkotika di jalur sungai, lebih dari 2 kilogram sabu serta 1.670 butir pil ekstasi berhasil disita.
Baca Lainnya :
- Motif Pembunuhan di Surgi Mufti Banjarmasin Gegara Alkohol0
- Wagub Kalsel Hasnuryadi Sulaiman Hadiri HUT ke-23 Kabupaten Balangan, Apresiasi Kemajuan dan Sinergi Pembangunan0
- Bahas Berbagai Permasalahan Daerah, Gubernur H. Muhidin Dialog Langsung Bersama Bupati/ Walikota se-Kalsel 0
- Apel Gabungan Pemprov Kalsel; Gubernur H. Muhidin Tekankan Peningkatan Disiplin ASN dan Pegawai0
- Pemprov Kalsel Siap Terapkan WFH0
Kemudian dua pelaku diamankan yakni Adul (47), warga Pelambuan, dan Dwi Indra Febro Saputra (47), warga Kelurahan Gadang, Banjarmasin Tengah. Keduanya berprofesi sebagai buruh harian lepas.
Plh Kapolresta Banjarmasin, Kombes Pol Timbul Rein Krisman Siregar menjelaskan, pengungkapan kasus ini berawal dari informasi adanya peredaran narkotika yang masif di wilayah perairan.
"Target pasarnya diduga para pekerja di sektor perairan atau anak buah kapal (ABK)," ujarnya, didampingi Kasat Narkoba Kompol Syuaib Abdullah dan Kasat Polairud Kompol Dading Kalbu Adie, Selasa 7 April 2026 siang.
Kasus ini, diungkap pada Kamis 12 Maret sekitar pukul 23.00 WITA. Saat itu, anggota Subnit Lidik Unit Gakkum Sat Polairud yang dipimpin IPDA Pujo Dewanto melakukan undercover buy dan berhasil mengamankan pelaku awal, Muhammad Arsyad alias Sami.
Keterangan Sami ini terbongkar nama Madi, alias Majum. Dari hasil pengembangan, polisi kemudian mengarah ke Adul yang sempat masuk daftar pencarian orang (DPO). Ia ditangkap pada Selasa 17 Maret siang.
Tak berhenti di situ, pengembangan kembali dilakukan hingga akhirnya petugas meringkus Dwi Indra pada malam harinya di kediamannya.
Dari tangan Adul, polisi menyita 78 paket sabu yang disamarkan dalam bungkus permen. Sementara dari Dwi Indra ditemukan barang bukti dalam jumlah besar.
Yakni tiga paket sabu kecil, kemudian 20 paket sabu dengan berat bersih sekitar 2.006,44 gram, serta 1.670 butir pil ekstasi berlogo Singapura.
"Total sabu yang diamankan mencapai lebih dari 2 kilogram. Ini menunjukkan jaringan yang cukup besar," ungkap Timbul.
Saat ini, seluruh tersangka beserta barang bukti telah diamankan di Mako Sat Polairud Polresta Banjarmasin untuk proses hukum lebih lanjut.
Atas perbuatannya, para pelaku dijerat Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, serta ketentuan pidana terbaru dalam KUHP.
"Seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara,"pungkasnya
