- Pemprov Kalsel Minta Pulangkan Kepala Demang Lehman dari Belanda
- Karhutla Sambang Lihum Ditangani dengan Membalik Gambut dan Pembasahan, Asap Mulai Berkurang
- Banjartimes Bersama Kurawal Foundation Gelar Diskusi Publik Ketika Jurnalisme Kembali Mencari Jalan Pulang kepada Warga
- TPP ASN Kalsel Naik hingga 98 Persen, Gubernur Minta Kinerja Makin Baik
- Perkuat Tata Kelola Kerjasama, Pemprov Kalsel Luncurkan SIPEKA (Aplikasi Sistem Informasi Perencanaan, Pemetaan, dan Pengelolaan Kerja Sama Daerah)
- Dinsos Kalsel Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan
- Danlanal : 45 Penyelam Bertaruh Nyawa Evakuasi Korban KM Virgo
- Menhut Tinjau Karhutla Kalsel, Minta Satgas Darat Diperkuat
- Pemprov Kalsel Tekankan Implementasi Strategi Sanitasi Kabupaten/Kota (SSK) untuk Percepatan Pembangunan Sanitasi Pemukiman
- Gubernur H. Muhidin Bersama Forkopimda Padamkan Titik Api, Pastikan Kawasan Rumah Sakit Terhindar Ancaman Karhutla
Hujan Hasil Operasi Modifikasi Cuaca Guyur Sejumlah Wilayah Kalsel

Baca Lainnya :
- Polda Kalsel Kirim 1.000 Liter Cairan Pemadam Karhutla ke Polda Kalteng0
- Dishut Kalsel 24 Jam Jaga Hutan Lindung Liang Anggang Dari Karhutla0
- Dinkes Kalsel Perkuat Layanan Kesehatan Dampak Kabut Asap 0
- Pemprov Kalsel Perkuat Kolaborasi Penanganan Jembatan Non-Nasional, Enam Daerah Jadi Pilot Project0
- Wagub Kalsel Hasnuryadi Apresiasi Karya Penyandang Disabilitas, Merdeka Berkarya Tanpa Batas0
Banjarbaru - Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mengguyur sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan. Hujan tercatat terjadi di Kabupaten Tanah Bumbu, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Utara, Balangan, Tabalong, hingga Kota Banjarbaru. Selasa, 8 September 2026.
Turunnya hujan tersebut menjadi bagian dari hasil pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang tengah digencarkan oleh BNPB bersama Lanud Sjamsudin Noor guna mendukung pengendalian kondisi cuaca dan membantu penanganan dampak kekeringan serta potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kalimantan Selatan.
Dalam pelaksanaan OMC, kali ini dilakukan dua sortie penerbangan penyemaian bahan semai Natrium Klorida (NaCl) menggunakan pesawat BNPB PK-SNK. Misi udara tersebut menyasar wilayah yang dinilai membutuhkan dukungan pembentukan awan hujan.
Guna menunjang kelancaran operasi, personel Lanud Sjamsudin Noor bergerak cepat melakukan berbagai persiapan, mulai dari penataan, pengaturan hingga pemuatan bahan semai menuju pesawat BNPB. Keterlibatan Lanud Sam menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh rangkaian misi berbasis udara dapat terlaksana secara aman, tertib dan lancar. Dukungan Lanud Sam tidak hanya diwujudkan melalui kesiapan fasilitas pangkalan, tetapi juga melalui kesiapan personel dalam memenuhi setiap kebutuhan operasional pesawat sebelum melaksanakan penerbangan.
Sebanyak 1 ton garam halus atau Natrium Klorida (NaCl) setiap sortie disiapkan untuk mendukung pelaksanaan sortie penerbangan OMC. Seluruh bahan semai dipastikan siap dan tertata sebelum dimuat ke pesawat untuk selanjutnya digunakan dalam misi penyemaian awan.
Komandan Lanud Sjamsudin Noor, Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita, M.M.S., menegaskan bahwa kesiapan personel dan sarana pendukung menjadi faktor penting dalam keberhasilan pelaksanaan OMC. Lanud Sam siap memberikan dukungan secara maksimal terhadap pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca.
"Kesiapan personel, fasilitas, maupun kebutuhan operasional dipastikan siap setiap saat agar misi dapat terlaksana dengan cepat, aman dan tepat sasaran, khususnya dalam mendukung penanganan Karhutla di Kalsel," katanya.
Penerapan OMC yang terus digencarkan ini diharapkan dapat membantu meningkatkan peluang terjadinya hujan di wilayah Kalsel, sekaligus menjaga kondisi lingkungan tetap basah sehingga dapat menekan potensi meluasnya Karhutla. Sinergi BNPB dan Lanud Sam melalui operasi berbasis udara tersebut menjadi wujud nyata kesiapsiagaan dan dukungan bersama dalam menghadapi tantangan kekeringan dan Karhutla di Kalsel. (Smartbanua)
