- Panglima Batur Salurkan Makanan dan BBM Gratis untuk Relawan Karhutla
- Hari Santri 2026 di Kalsel, Momentum Santri Jadi Agen Perubahan
- Polresta Banjarmasin Tangkap Pelaku Penyalahgunaan BBM Subsidi
- Atasi Karhutla, Dry Ice Ditebar di Langit Kalsel
- BNPB Siapkan Teknologi Dry Ice untuk Bantu Penanganan Karhutla di Kalsel
- Empat Korporasi Tersangka Karhutla
- Pemprov Kalsel Minta Pulangkan Kepala Demang Lehman dari Belanda
- Karhutla Sambang Lihum Ditangani dengan Membalik Gambut dan Pembasahan, Asap Mulai Berkurang
- Banjartimes Bersama Kurawal Foundation Gelar Diskusi Publik Ketika Jurnalisme Kembali Mencari Jalan Pulang kepada Warga
- TPP ASN Kalsel Naik hingga 98 Persen, Gubernur Minta Kinerja Makin Baik
Polda Kalsel Jadikan Tanah Laut Sentra Jagung

Tanah Laut - Polda Kalimantan Selatan mencanangkan Kabupaten Tanah Laut (Tala) sebagai sentra utama produksi jagung di provinsi itu dengan potensi lahan tanam se-Kalsel mencapai 10 ribu hektare, pada kuartal I tahun 2026.
Hal ini dikatakan Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Dr Rosyanto Yudha Hermawan, saat memimpin penanaman bibit jagung di Desa Banyu Irang, Kecamatan Bati-Bati, Kabupaten Tanah Laut, Sabtu 7 Maret.
Baca Lainnya :
- Polisi Buru Tiga Pelaku Pengeroyokan Pria di Jalan Veteran0
- Safari Ramadan di HSU, Wagub Kalsel Hasnuryadi Sulaiman Serahkan Bantuan CSR dan Sembako untuk Warga0
- Wagub Kalsel Hasnuryadi Sulaiman Kunjungi Sentra Kerajinan Galeri Kembang Ilung HSU0
- Polda Kalsel Kembali Hadirkan Mudik Gratis Siapkan Tiga Rute 0
- Pelindo Multi Terminal Berbagi Berkah Ramadan ke Masyarakat 0
Kapolda mengungkapkan potensi pengembangan lahan tanam jagung semakin terbuka dengan adanya dukungan berbagai pihak.
Untuk di Tala sendiri Polda Kalsel mendapat dukungan dari PT Inhutani menyediakan lahan pinjam pakai seluas 700 hektare dimanfaatkan dalam program penanaman jagung. Sedangakn secara total se-Kalsel, lahan yang tersedia mencapai 10 ribu hektare dengan yang sudah tertanam jagung sekitar 1.000 hektare. Dari lahan yang siap tanam seluas 2.813 hektare.
Kapolda mengungkapkan kebutuhan jagung, khususnya untuk jenis jagung pakan ternak di Kalsel sekitar 300 ribu ton per tahun. Sedangkan kemampuan produksi baru sekitar 4.000 ton per bulan atau 48 ribu ton per tahun. Maka dari itu, pasar jagung sangat terbuka bagi petani dan memastikan terus mendorong agar harga jualnya terjaga.
"Jadi program swasembada jagung ini dapat memberikan kesejahteraan bagi petani karena ada kepastian harga dalam hasil panen," ujarnya.
Diketahui program tanam jagung yang dilakukan Polda Kalsel untuk mendukung swasembada pangan nasional sebagai implementasi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto telah menghasilkan produksi jagung mencapai 6.000 ton.
Berdasarkan data terbaru pada Februari 2026 untuk produksi jagung di Kalsel mencapai 8.000 ton.
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo pun menjadikan Polda Kalsel sebagai percontohan keberhasilan budidaya jagung di lahan basah yang sukses mewujudkan lahan sub optimal menjadi lebih produktif.(/smartbanua)
