- Polda Kalsel Gagalkan Penyelundupan 64 Kg Sisik Trenggiling
- Kabut Asap Karhutla, Sekolah di Kalsel Diminta Sesuaikan Pembelajaran
- Wamenko Pangan Terjun Padamkan Karhutla di Banjarbaru
- Gubernur Kalsel Resmi Tutup Kalsel Expo 2026; Transaksi Penjualan Capai Rp20 Miliar dan Pengunjung Hingga 1.2 Juta Orang
- Farrel Bangga Jadi Pengibar Bendera Pusaka Kalsel
- Sebanyak 51 Narapidana di Kalsel Bebas di Momentum HUT ke-81 RI
- Haul Agung Sultan Suriansyah ke-500 Dipadati Lebih dari 10 Ribu Jemaah
- Wagub Kalsel Hadiri Haul ke-48 KH. Muhammad Salim bin Ma ruf di Martapura
- Sholat Jumat Perdana Digelar, Masjid Syekh Arsyad Al Banjari Disiapkan Jadi Islamic Center
- Gubernur Muhidin Kukuhkan 44 Paskibraka Kalsel 2026, Siap Kibarkan Merah Putih
Polda Kalsel Gagalkan Narkotika 54,8 Kilogram Jaringan Internasional




Baca Lainnya :
- Sidang Pembacaan Tuntutan Pembunuhan Jurnalis Juwita Ditunda0
- Kementrian Lingkungan Hidup Tanam 16.500 Mangrove di Tanah Laut0
- Hadapi Kemarau Gubernur Kalsel Usulkan heli water bombing dan modifikasi cuaca 0
- Posyandu Pondasi Dasar Keberhasilan Pelayanan Publik 0
- Lima BUMDesa Terbaik Kalsel Ikut Kampoeng Kreasi 20250
Banjarbaru : Polda Kalimantan Selatan kembali berhasil mengungkap kasus narkotika dengan jumlah yang cukup banyak dari jaringan gembong narkoba internasional Fredy Pratama alias miming.
Dalam press rilis yang digelar, Kapolda Kalsel Inspektur Jenderal Polisi Rosyanto Yudha Hermawan, mengungkapkan, anak buahnya menyita 54,8 Kilogram narkotika.
Dengan rincian, 44,661,67 gram sabu dan 10,085,5 butir ekstasi, diungkap Ditresnarkoba Polda Kalsel, kemudian Polres Jajaran sebesar 10.194,28 gram sabu, 269,5 butir ekstasi, obat keras 9.401 butir.
“Operasi gabungan ini berhasil menangkap 239 tersangka, termasuk anggota jaringan internasional Fredy Pratama yang saat ini menjadi buronan,” ujar Kapolda Kalsel.
"Barang bukti yang disita tersebut, berdasarkan asumsi 1 gram sabu dikonsumsi 5 orang, maka telah menyelamatkan sekitar 286.574 jiwa dari bahaya narkoba," kata Kapolda, di markas Polda Kalsel, Rabu (4/6/2025).
Sementara, Direktur Resnarkoba Polda Kalsel, Kombes Pol Kelana Jaya menegaskan, pihaknya akan menelusuri lebih lanjut kasus ini melalui pendekatan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) untuk memiskinkan para bandar.
“Kami juga akan terus memetakan pola baru jaringan internasional dan berkoordinasi dengan Bareskrim untuk pengembangan kasus,” ungkapnya.
Polda Kalsel juga mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjauhi narkoba dan aktif dalam kegiatan positif demi menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas narkoba.(smartbanua)
