- KPA Kalsel Peringati Hari AIDS Sedunia 2025
- Pemprov Kalsel Gerakan Anti Radikalisme ke Generasi Muda
- Tagana Kalsel Bantu Dapur Umur di Aceh Tamiang
- Gubernur Kalsel Apresiasi Jambore IMI Kalsel 2025, Dorong Solidaritas dan Safety Riding Komunitas Otomotif Banua
- DK Banjarmasin Resmi Tutup Dialektika Sastra Menara Pandang 2025, Hajriansyah Harapkan Penyair Terus Konsisten Menulis Puisi
- Museum Lambung Mangkurat Sosialisasi Lukisan Gusti Solihin
- Polda Kalsel Siap Gelar Ops Lilin Intan 2025
- DK Banjarmasin Gelar Dialektika Sastra Menara Pandang 2025, Hadirkan Ruang Pertemuan Para Penyair Muda
- 22 Orang Tewas dalam Kebakaran Ruko Terra Drone Kemayoran, Seluruh Korban Berhasil Diidentifikasi Tanpa Tes DNA
- Pemprov Kalsel Gelar Program Rehabilitasi Sosial Remaja Angkatan VIII Tahun 2025, Libatkan 90 Peserta dari 13 Kabupaten/Kota
Pemprov Kalsel Berikan Bantuan Peralatan Sekolah bagi 10 Ribu Siswa Kurang Mampu



Banjarmasin: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Selatan bersinergi dengan Tim Penggerak PKK (TP PKK) Kalsel menyerahkan Bantuan Peralatan Sekolah bagi Siswa Kurang Mampu (BSKM) Tahun 2025. Bertempat di gedung Mahligai Pancasila Banjarmasin, Rabu (1/10/2025).
Baca Lainnya :
- Pangdam VI Mulawarman Serahkan Pasukan Anggota Korem 101 Antasari ke Kodam XXII Tambun Bungai0
- Disdikbud Provinsi Kalsel Buka Peluang Beasiswa ke Luar Negeri dan Soroti Anak Putus Sekolah di Banua0
- Ramah Tamah Alih Kodam, Komitmen Pertkuat Sinergitas Pemprov dan TNI Bersama Masyarakat Menjaga Persatuan dan Keamanan Banua0
- Tiga Penyair Berhasil Menangkan Lomba Cipta Dan Baca Puisi Piala Walikota Banjarmasin0
- Gubernur H Muhidin dan Pangdam XXII Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW Bersama Majelis Ahlussunnah Wal Jamaah 0
Program ini menjangkau 10.030 siswa dari 306 sekolah tingkat SMA dan SMK di seluruh wilayah Kalsel. Guna meminimalisir angka putus sekolah yang dinilai masih sangat perlu menjadi atensi.
Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Ketua TP PKK Kalsel, Hj. Fathul Jannah, sebagai wujud nyata kepedulian pemerintah terhadap masa depan pendidikan anak-anak Banua.
"Alhamdulilah, hari ini saya menyerahkan secara simbolis bantuan. TPP PKK juga mempunyai program pembinaan pendidikan baik kegiatan formal dan non-formal pendidikan melalui advokasi keluarga untuk menyukseskan wajib belajar 13 tahun," katanya.
Hj. Fathul Jannah menegaskan bahwa pendidikan adalah kunci utama membangun generasi berkualitas. Namun, Ia mengakui masih ada anak-anak yang terkendala faktor ekonomi sehingga berisiko putus sekolah.
“Melalui program BSKM ini, kita ingin meringankan beban keluarga sekaligus memastikan anak-anak di Kalimantan Selatan tetap bersekolah tanpa terhambat biaya,” ujarnya.
Sementara, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalsel Galuh Tantri Narindra, menerangkan total anggaran yang digelontorkan mencapai Rp11,38 miliar. "Bantuan akan disalurkan secara bertahap langsung ke masing-masing sekolah penerima,'' katanya.
Tantri mengatakan, program ini merupakan bagian dari janji kampanye Gubernur-Wagub Kalsel terkait misi pendidikan dan pengembangan SDM, sekaligus respons atas tingginya angka putus sekolah di Kalsel.
“Salah satu penyebab anak berhenti sekolah adalah faktor ekonomi, bahkan ada yang terkendala karena tidak memiliki seragam,” ujar Tantri.
Dia menekankan, proses pendataan penerima dilakukan secara berjenjang, mulai dari sekolah hingga pemprov, agar bantuan tepat sasaran. “Verifikasi harus benar-benar ketat. Jangan sampai ada siswa yang tidak berhak justru menerima,” ucapnya.
Selain bantuan, menurut Tantri komitmen dari siswa dan sekolah itu sendiri juga sangat diperlukan agar mereka tetap melanjutkan pendidikan. “Harapan kami, program ini bisa menekan angka putus sekolah dan meningkatkan partisipasi sekolah di Kalsel,” katanya.
Adapun bantuan berupa, alat perlengkapan tulis, tas , hingga seragam sekolah.(smartbanua)
