- Panglima Batur Salurkan Makanan dan BBM Gratis untuk Relawan Karhutla
- Hari Santri 2026 di Kalsel, Momentum Santri Jadi Agen Perubahan
- Polresta Banjarmasin Tangkap Pelaku Penyalahgunaan BBM Subsidi
- Atasi Karhutla, Dry Ice Ditebar di Langit Kalsel
- BNPB Siapkan Teknologi Dry Ice untuk Bantu Penanganan Karhutla di Kalsel
- Empat Korporasi Tersangka Karhutla
- Pemprov Kalsel Minta Pulangkan Kepala Demang Lehman dari Belanda
- Karhutla Sambang Lihum Ditangani dengan Membalik Gambut dan Pembasahan, Asap Mulai Berkurang
- Banjartimes Bersama Kurawal Foundation Gelar Diskusi Publik Ketika Jurnalisme Kembali Mencari Jalan Pulang kepada Warga
- TPP ASN Kalsel Naik hingga 98 Persen, Gubernur Minta Kinerja Makin Baik
May Day di Mapolresta Banjarmasi Buruh Minta Outsourcing Dihapuskan dan Tuntut Kenaikan Upah

Banjarmasin - Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di halaman Mapolresta Banjarmasin, Rabu 29 April, dimanfaatkan para pekerja untuk menyuarakan berbagai aspirasi, terutama terkait sistem outsourcing dan penyesuaian upah.
Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kalimantan Selatan, Sadin Sasau, menegaskan bahwa sistem outsourcing masih menjadi persoalan utama yang dinilai merugikan buruh.
Baca Lainnya :
- Ribuan Buruh May Day di Mapolresta Banjarmasin, Minta outsourcing Dihapus0
- Ditlantas Polda Kalsel Perkuat Sinergi Stakeholder Demi Zero Over Dimension Over Loading 20270
- Sekdaprov Kalsel Hadiri Haul ke-21 Guru Cangkring Tapin; Momentum Pelajari dan Nilai-Nilai Keteladanan Ulama0
- Halalbihalal Kepala Sekolah dan Pegawas Sekolah SMA/SMK se- Kalsel; Gubernur H. Muhidin Tekankan Keteladanan di Dunia Pendidikan0
- Gubernur Kalsel H. Muhidin Terus Dorong PT. Ambapers Gali Pendapatan Asli Daerah untuk Pemprov Kalsel 0
“Kami meminta agar sistem outsourcing dapat dihapuskan, karena berdampak pada ketidakpastian kerja, upah yang rendah, minimnya jaminan sosial, serta buruh rentan mengalami PHK tanpa pesangon,” ujarnya kepada wartawan.
Selain itu, buruh juga mendesak pemerintah pusat untuk segera melakukan penyesuaian upah. Tuntutan ini muncul seiring meningkatnya harga bahan pokok dalam beberapa waktu terakhir yang semakin menekan daya beli pekerja.
Sadin menyebut, pemerintah daerah di Kalimantan Selatan sejauh ini dinilai cukup responsif terhadap aspirasi buruh. Namun, keputusan strategis tetap berada di tangan pemerintah pusat.
“Kalau pemerintah daerah di sini sangat mendukung apa aspirasi kami tersebut,” ujarnya.
Kegiatan May Day yang digelar oleh Polda Kalimantan Selatan bersama Polresta Banjarmasin ini berlangsung dalam suasana tertib, dengan diisi bakti sosial hingga donor darah.
Sementara itu, buruh juga berencana kembali menggelar aksi lanjutan pada 3 Mei mendatang di kawasan Kilometer 0 Banjarmasin sebagai bentuk konsistensi perjuangan mereka dalam memperjuangkan hak-hak pekerja. (/smartbanua)
