Gubernur Kalsel Apresiasi dan Sambut Baik Sosialisasi Program Produk Ekspor di Kawasan Transmigrasi Cahaya Baru Barito Kuala

By Smart Banua 20 Agu 2025, 21:39:15 WITA, 25 Dibaca Daerah
Gubernur Kalsel Apresiasi dan Sambut Baik Sosialisasi Program Produk Ekspor di Kawasan Transmigrasi Cahaya Baru Barito Kuala



Banjarmasin – Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, M. Syarifuddin, menghadiri Pembukaan Sosialisasi Program Produk Ekspor di Kawasan Transmigrasi Cahaya Baru. Acara ini dihadiri langsung oleh Wakil Menteri Transmigrasi Republik Indonesia, Viva Yoga Mauladi, pada Rabu (20/8/2025) di Hotel Galaxy, Banjarmasin.

Baca Lainnya :

Dalam sambutan yang disampaokan oleh Sekdaprov Kalsel, M. Syarifuddin, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia atas penetapan Kabupaten Barito Kuala sebagai salah satu dari 45 Kawasan Transmigrasi Prioritas Nasional.

“Penetapan ini bukan hanya sebuah penghargaan, melainkan juga amanah besar bagi kami di daerah untuk terus mengembangkan kawasan ini, agar semakin berdaya saing dan berkontribusi nyata terhadap pembangunan di Banua dan pembangunan nasional,” sampai Gubernur.

Lebih lanjut, Gubernur juga menyambut baik hadirnya program sosialisasi produk ekspor di Kawasan Cahaya Baru. Gubernur menegaskan bahwa Barito Kuala merupakan salah satu lumbung beras Kalimantan Selatan dengan potensi besar pada komoditas unggulan lain seperti jagung, padi, dan jeruk untuk dikembangkan sebagai produk bernilai tambah, bahkan hingga ke pasar ekspor.

Gubernur juga menekankan pentingnya menjadikan transmigrasi sebagai penopang swasembada pangan sekaligus pemerataan pembangunan, sebagaimana arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

“Kami optimis bahwa Cahaya Baru akan tumbuh sebagai kawasan ekonomi transmigrasi terintegrasi, yang mampu menopang ketahanan pangan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat transmigran, dan membuka pusat-pusat perekonomian baru di Banua,” pungkasnya.

Ditemui pada doorstop usai acara, Wakil Menteri Transmigrasi RI, Viva Yoga Mauladi, menjelaskan bahwa sosialisasi ini tidak hanya berupa penyampaian informasi, tetapi juga menghadirkan pelatihan dari narasumber yang berpengalaman dalam ekspor serta pertemuan dengan sejumlah buyer melalui zoom meeting.

“Di kawasan transmigrasi Cahaya Baru kita berharap ada produk unggulan yang bisa diekspor. Misalnya jeruk yang bisa dikembangkan menjadi serbuk minuman, bahan es krim, maupun produk turunan lainnya. Intinya, masyarakat tidak hanya berorientasi pada tanaman pangan saja, tetapi juga hortikultura untuk ekspor,” jelas Viva Yoga.

Wamen menambahkan, potensi ekspor tersebut akan didukung melalui pertemuan dengan pengusaha dari Hongkong dan pengembangan digital marketing. Pemerintah bersama Pemprov, Pemkab, dan Balai Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi akan terus membina masyarakat agar memiliki pemahaman soal kualitas dan tata cara ekspor.

“Kami ingin orientasi ekspor menjadi bagian penting bagi para pelaku usaha di kawasan transmigrasi, sehingga masyarakat memiliki tambahan pendapatan dan kesejahteraan mereka semakin meningkat,” tegasnya.

Sosialisasi ini akan berlangsung selama tiga hari, dari tanggal 20 hingga 22 Agustus 2025, dengan peserta utama pelaku UMKM dari Kawasan Transmigrasi Cahaya Baru.

Pada kesempatan ini juga dilakukan penyerahan bantuan dari Kementerian Transmigrasi RI senilai Rp7,5 miliar kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dan Pemerintah Kabupaten/Kota terkait.

Turut hadir dalam acara ini, Sekretaris Direktorat Jenderal Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi, Direktur Promosi dan Pemasaran Produk Unggulan Transmigrasi, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalsel dan Kabupaten Barito Kuala, serta Kepala Balai Pelatihan dan Pengembangan Masyarakat Transmigrasi Banjarmasin. (smartbanua)






Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment