- Apel Kesiapsiagaan Karhutla 2026, Gubernur Muhidin Instruksikan Satgas Siaga Penuh
- Curah Hujan Menurun, Pemprov Kalsel Tingkatkan Kesiapsiagaan Karhutla
- Kisah Muda Tan Malaka, Novel Karya Sjarapuddin Dibedah di Banjarmasin
- Museum Lambung Mangkurat Kini Ruang Belajar Inovatif bagi Generasi Muda
- Dispora Kalsel Siapkan Wirausaha Muda Melek Digital
- BKOW Kalsel Gelar Sunatan Massal Gratis, Ellyana Trisya Hasnuryadi: Wujud Kepedulian untuk Anak Kurang Mampu
- Terpilih Aklamasi, Hasnuryadi Sulaiman Komitmen Perkuat Pembinaan Atlet dan Prestasi KONI Kalsel
- Sekdaprov Kalsel Sambut Kunjungan Spesifik Komisi IV DPR RI, Bahas Ketahanan Pangan dan Antisipasi El Nino
- Gubernur Kalsel H. Muhidin Hadiri Seminar Perdana Pembentukan Adhyaksa Chamber di ULM Banjarmasin
- SPMB 2026 di Kalsel Berjalan Lancar
RSJ Sambang Lihum Optimistis Raih Predikat WBBM 2027

Banjar – Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sambang Lihum terus memperkuat langkah menuju predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) yang ditargetkan tercapai pada tahun 2027.
Melalui Kepala Seksi Humas dan Informasi, Budi Harmanto, pihak rumah sakit menegaskan bahwa berbagai strategi telah disiapkan, terutama dalam meningkatkan kualitas tata kelola birokrasi sepanjang tahun 2026.
Baca Lainnya :
- WFH ASN di Pemprov Kalsel Belum Diputuskan0
- Penguatan Peran Pengawas Sekolah, Kunci Atasi Kesenjangan Mutu Pendidikan 0
- Kemarau di Kalsel Bakal Datang Lebih Awal dan Lebih Kering0
- Polresta Banjarmasin Kawal Aksi Damai Kamisan ditengah Guyuran Hujan0
- Pemprov Kalsel Salurkan Bantuan Hibah Sarana Budidaya Ikan Gabus0
Upaya ini merupakan kelanjutan dari keberhasilan meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK).
“Fokus kami di 2026 adalah penguatan birokrasi agar target WBBM bisa tercapai maksimal pada 2027,” ujarnya, Rabu 1 April.
Ia menekankan, komitmen pimpinan menjadi kunci utama. Direktur RSJ Sambang Lihum aktif mendorong seluruh pegawai memahami pentingnya reformasi birokrasi yang bersih dan berorientasi pada pelayanan.
Selain itu, capaian di bidang keterbukaan informasi publik turut menjadi modal kuat. Pada 2024, RSJ Sambang Lihum berhasil meraih peringkat pertama dalam Monitoring dan Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik (Monev KIP), serta tetap berada di posisi empat besar pada 2025.
Untuk semakin memperkuat transparansi, RSJ Sambang Lihum akan menggelar Forum Konsultasi Publik pada 23 April 2026. Kegiatan ini diharapkan menjadi wadah dialog antara pemerintah dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas layanan.
Tak hanya itu, RSJ Sambang Lihum juga mencatat prestasi dengan meraih peringkat kedua keterbukaan informasi publik tingkat SKPD se-Kalimantan Selatan.
Dengan berbagai capaian dan upaya berkelanjutan tersebut, RSJ Sambang Lihum optimistis mampu mempertahankan prestasi sekaligus mewujudkan target WBBM 2027 sebagai bagian dari reformasi birokrasi yang transparan dan akuntabel.
“Komitmen pimpinan sangat kuat. Pak Direktur turun langsung menyosialisasikan pentingnya WBBM kepada seluruh pegawai, sehingga semangat reformasi birokrasi dapat terbangun secara menyeluruh,” katanya. (/smartbanua)
