- Pemprov Kalsel Minta Pulangkan Kepala Demang Lehman dari Belanda
- Karhutla Sambang Lihum Ditangani dengan Membalik Gambut dan Pembasahan, Asap Mulai Berkurang
- Banjartimes Bersama Kurawal Foundation Gelar Diskusi Publik Ketika Jurnalisme Kembali Mencari Jalan Pulang kepada Warga
- TPP ASN Kalsel Naik hingga 98 Persen, Gubernur Minta Kinerja Makin Baik
- Perkuat Tata Kelola Kerjasama, Pemprov Kalsel Luncurkan SIPEKA (Aplikasi Sistem Informasi Perencanaan, Pemetaan, dan Pengelolaan Kerja Sama Daerah)
- Dinsos Kalsel Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan
- Danlanal : 45 Penyelam Bertaruh Nyawa Evakuasi Korban KM Virgo
- Menhut Tinjau Karhutla Kalsel, Minta Satgas Darat Diperkuat
- Pemprov Kalsel Tekankan Implementasi Strategi Sanitasi Kabupaten/Kota (SSK) untuk Percepatan Pembangunan Sanitasi Pemukiman
- Gubernur H. Muhidin Bersama Forkopimda Padamkan Titik Api, Pastikan Kawasan Rumah Sakit Terhindar Ancaman Karhutla
Penguatan Peran Pengawas Sekolah, Kunci Atasi Kesenjangan Mutu Pendidikan

Banjarbaru - Isu kesenjangan mutu pendidikan antarwilayah masih menjadi tantangan serius di Kalimantan Selatan. Hal ini mendorong Gubernur Kalsel H Muhidin menekankan pentingnya peran strategis pengawas sekolah sebagai garda terdepan dalam menjaga kualitas pendidikan.
Penegasan tersebut disampaikan melalui Asisten III Bidang Administrasi Umum, Dinansyah, dalam kegiatan pelantikan dan rapat kerja Asosiasi Pengawas Sekolah Indonesia (APSI) Provinsi Kalsel.
Baca Lainnya :
- Kemarau di Kalsel Bakal Datang Lebih Awal dan Lebih Kering0
- Polresta Banjarmasin Kawal Aksi Damai Kamisan ditengah Guyuran Hujan0
- Pemprov Kalsel Salurkan Bantuan Hibah Sarana Budidaya Ikan Gabus0
- Sempat Vakum, BPSDM Kalsel Siap Gelar PKN0
- Haul ke-2 Abah Guru Banjar Indah di Tungkaran Banjar, Wagub Kalsel Hasnuryadi Sulaiman Disambut Antusias Warga dan Jamaah0
“Pengawas berfungsi sebagai pengendali mutu, memastikan standar pendidikan berjalan dengan baik, sekaligus menjaga akuntabilitas penyelenggaraan pendidikan di setiap satuan pendidikan,” ujar Dinansyah.
Ia juga menyoroti masih adanya tantangan besar, terutama kesenjangan kualitas pendidikan antarwilayah serta tuntutan adaptasi terhadap perkembangan teknologi.
“Praktik pengawasan sekolah perlu terus diarahkan pada pendekatan yang memberikan solusi, berbasis data, dan berorientasi pada perbaikan mutu pendidikan,” katanya.
Selain itu, penguatan literasi, numerasi, dan pembentukan karakter dinilai menjadi fondasi penting dalam menciptakan sumber daya manusia unggul di masa depan. Pemerintah Provinsi Kalsel pun mendorong sinergi antara Dinas Pendidikan, pemerintah kabupaten/kota, dan APSI agar kebijakan dan implementasi di lapangan berjalan selaras dalam meningkatkan mutu pendidikan di Banua. (/smartbanua)
