- Pemprov Kalsel Minta Pulangkan Kepala Demang Lehman dari Belanda
- Karhutla Sambang Lihum Ditangani dengan Membalik Gambut dan Pembasahan, Asap Mulai Berkurang
- Banjartimes Bersama Kurawal Foundation Gelar Diskusi Publik Ketika Jurnalisme Kembali Mencari Jalan Pulang kepada Warga
- TPP ASN Kalsel Naik hingga 98 Persen, Gubernur Minta Kinerja Makin Baik
- Perkuat Tata Kelola Kerjasama, Pemprov Kalsel Luncurkan SIPEKA (Aplikasi Sistem Informasi Perencanaan, Pemetaan, dan Pengelolaan Kerja Sama Daerah)
- Dinsos Kalsel Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan
- Danlanal : 45 Penyelam Bertaruh Nyawa Evakuasi Korban KM Virgo
- Menhut Tinjau Karhutla Kalsel, Minta Satgas Darat Diperkuat
- Pemprov Kalsel Tekankan Implementasi Strategi Sanitasi Kabupaten/Kota (SSK) untuk Percepatan Pembangunan Sanitasi Pemukiman
- Gubernur H. Muhidin Bersama Forkopimda Padamkan Titik Api, Pastikan Kawasan Rumah Sakit Terhindar Ancaman Karhutla
Pilot Susi Air, Philip Mark Mehrtens, Berhasil Dibebaskan Setelah 1,5 Tahun Disandera KKB di Papua

Nduga, Papua – Setelah 1,5 tahun disandera oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, pilot Susi Air asal Selandia Baru, Philip Mark Mehrtens, akhirnya berhasil dibebaskan. Operasi pembebasan ini dilakukan oleh Tim Gabungan TNI-Polri yang tergabung dalam Satgas Damai Cartenz pada Sabtu (21/9).
Komandan Operasi Damai Cartenz 2024, Brigjen Pol Faizal Ramadhani, menyampaikan bahwa keberhasilan pembebasan Mehrtens merupakan hasil dari upaya pendekatan persuasif yang dilakukan secara intensif.
"Kami mengutamakan pendekatan yang humanis untuk meminimalisir risiko korban jiwa, baik dari pihak aparat, masyarakat sipil, maupun demi keselamatan Philip," ujar Faizal.
Pilot Mehrtens telah ditahan oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM) di bawah pimpinan Egianus Kogoya sejak awal tahun 2023. Selama periode penyanderaan ini, Pemerintah Indonesia terus berupaya melalui jalur diplomasi dan pendekatan keamanan untuk membebaskan pilot tersebut dengan aman.
Faizal menekankan pentingnya pendekatan tersebut dalam menghadapi situasi genting seperti ini.
"Keselamatan nyawa adalah prioritas utama kami, sehingga segala langkah yang diambil dilakukan dengan hati-hati," tambahnya.
Setelah dibebaskan, Philip Mark Mehrtens segera dievakuasi ke tempat yang aman untuk mendapatkan perawatan medis dan konseling psikologis guna memulihkan kondisi fisiknya setelah lebih dari setahun berada di bawah tekanan KKB.
Pembebasan ini menjadi kabar gembira setelah proses panjang yang penuh tantangan, baik bagi keluarga korban maupun Pemerintah Indonesia, yang terus bekerja sama dengan pihak-pihak terkait, termasuk Pemerintah Selandia Baru.
Baca Lainnya :
- Pameran Tunggal Akan Digelar Akhir September0
- Curah Hujan Menurun Karhutla Meluas di Kalsel0
- Relaksasi Pajak Berhasil Tingkatkan PAD Kalsel0
- Gema Maulid Malam ke-15, Habib Ali bin Muhammad Al Haddad Ingatkan Pentingnya Tujuan dari Perayaan Maulid0
Operasi ini juga menjadi sinyal kuat bahwa TNI-Polri terus berkomitmen untuk menciptakan keamanan dan kedamaian di wilayah Papua, khususnya dalam menangani konflik dengan kelompok bersenjata yang selama ini mengganggu stabilitas di kawasan tersebut. (smartbanua)
