- IFA Archipelago Kalsel 2026 Dimulai, Fathul Jannah: Sasirangan Warisan Budaya Banjar
- Polresta Banjarmasin Tingkatkan Kesiapsiagan hadapi Ancaman Karhutla
- Warga Sungai Rangas Antusias Tukar Sampah dengan Sembako
- Pamor Borneo 2026 Ditutup, Hj. Fathul Jannah Tampil dengan Sasirangan Motif Borneo Bersama
- Lomba Masak Serba Ikan Kalsel 2026 Jadi Momentum Gerakan Makan Ikan untuk Cegah Stunting
- Gubernur H. Muhidin Resmi Buka Pamor Borneo 2026; Dorong Pertumbuhan Ekonomi Melalui Penguatan Investasi, Perdagangan dan Transformasi Digital
- Dit Intelkam Polda Kalsel Ajak Warga HSS Perkuat Persatuan
- Silaturahmi dengan Warga Tanjung Selor, Intelkam Polda Kalsel Bagikan Sembako
- Polda Kalsel Musnahkan 172,4 Kilogaram Sabu dan Ratusan Butir Ekstasi
- Job Fair Kalsel 2026 Sediakan 1.145 Lowongan Kerja
Curah Hujan Menurun Karhutla Meluas di Kalsel

Banajrmasin : Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalsel meninggakat dalam sepekan ini, meski dikategorikan sebagai kemarau basah, namun pada September 2024 curah hujan sangat minim.
Baca Lainnya :
- Relaksasi Pajak Berhasil Tingkatkan PAD Kalsel0
- Gubernur Paman Birin Apresiasi Donasi Truk ke SMKS Bhakti Bangsa, Sinergi antara Dunia Pendidikan dan Industri0
- Pemprov-BRGM Inisiasi Pendidikan Lahan Gambut, Gubernur Paman Birin Dorong Generasi Muda Turut Aktif Pelestarian Lingkungan0
- Gema Maulid Malam ke-15, Habib Ali bin Muhammad Al Haddad Ingatkan Pentingnya Tujuan dari Perayaan Maulid0
- Perpustakaan Palnam Jadi Tempat Puluhan Siswa MTS Al Mawahib Berwisata Literasi0
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalsel, R Suria Fadliansyah memaparkan, jika kebencanaan di wilayah Kalsel, khususnya karhutla terjadi di sebagian besar kabupaten/kota.
Karhutla terjadi di Kota Banjarbaru pada hari Rabu, tanggal 18 September 2024 terjadi di tiga titik, yakni jalan Transpol Ujung Murung (Alam Roh 24) Kelurahan Cempaka Kecamatan Cempaka luas lahan sekitar 0,8 hektar, Kampung Safwah RT 4 Kelurahan Landasan Ulin Tengah Kecamatan Liang Anggang sekitar 0,5 hektar, dan di jalan Ahmad Yani KM 25 Kelurahan Syamsudin Noor Kecamatan Landasan Ulin sekitar 0,001 hektar, lahan pohon pisang.
Kabupaten Barito Kuala tiga titik, yakni di Desa Rantau Bamban Kecamatan Rantau Badauh luas lahan sekitar 2 hektar, kemudian di Desa Semangat Dalam Kecamatan Alalak luas lahan sekitar 3 hektar, dan di Desa Anjir Pasar Kota Kecamatan Anjir Pasar sekitar 0,5 hektar.
Kabupaten Hulu Sungai Selatan di Desa Siang Gantung dan Desa Baru Kecamatan Daha Barat, luas lahan di Desa Siang Gantung sekitar 4 hektar sedangkan di Desa Baru sekitar 3 hektar. Kemudian di Kecamatan Daha Selatan Desa Tumbukan Banyu sekitar 0,4 hektar.
Kota Banjarmasin terjadi di jalan Tembus Mantuil Kelurahan Mantuil Kecamatan Banjarmasin Selatan luas lahan sekitar 0,03 hektar.
Kabupaten Tapin Desa Pulau Pinang Utara Kecamatan Binuang luas lahan sekitar 1 hektar. Kabupaten Banjar di Desa Tatah Jaruju Kecamatan Tatah Makmur luas lahan sekitar 1,5 hektar.
Kabupaten Balangan di Desa Uren Kecamatan Halong luas lahan sekitar 0,8 hektar. Kabupaten Tanah Laut, meski tidak terdaftar dalam laporan kejadian kebencanaan, namun juga terjadi karhutla di Desa Pandahan Kecamatan Bati-bati.
"Bencana asap akibat karhutla kerap melanda saat terjadi musim kemarau, baik itu akibat alam dan juga karena manusia," katanya.
Sementara, Tim Kebencanaan BPBD Kalsel bersama tim lainnya, melakukan pemadaman di wilayah Pandahan mulai dari sore hingga malam.
“Kita menerima informasi kebakaran di daerah Pandahan Ini dari tadi sore jadi kami langsung menuju ke lokasi dari pos induk yang ada di asrama haji kemudian sampai saat ini kami masih belum bisa memadamkan secara total,” ujar Baihaqi Saputra, Tenaga Kebencanaan BPBD Kalsel, Rabu (18/9/2024).
Ia menyebutkan, proses pemadaman mendapatkan banyak kendala seperti alam yakni kecepatan angin dan vegetasi yang terbakar begitu cepat serta keterbatasan personel. Vegetasi yang terbakar merupakan tumbuhan Bundung, yang diklaim jika terbakar menghasilkan kalalatu atau bekas kebakarannya mengakibatkan api berpindah dan meluas.
“Kami berharap, besok kami akan pantau lagi di sini sehingga bantuan dari heli water bombing sangat kita harapkan karena keterbatasan selang kemudian keterbatasan akses jalan kami tidak bisa mengupayakan untuk memadamkan secara total,” tutup Baihaqi. (smartbanua)
