- Sekdaprov Kalsel Buka Rakor Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan di Banjar
- Sopir Truk Datangi Kantor Gubernur Menjerit Solar Sulit Didapat
- Pemprov Kalsel Terima Sertifikat Pencatatan Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) Musik Panting
- Segarkan Organisasi Gubernur Muhidin Kembali Lantik Ratusan Pejabat
- Sekdaprov Kalsel Hadiri Tabligh Akbar dan Haul ke-6 Almarhum H. Andi Arsyad Petta Tahang di Tanah Bunbu
- Polda Kalsel Sosialisasikan KUR Himbara Tanpa Agunan untuk Petani Jagung
- Gubernur Kalsel Bakal Evaluasi Kembali Kinerja Pejabat hingga Eselon IV
- Kolaborasi Dispora dan DLH Kalsel Libatkan Pemuda Jadi Agen Lingkungan
- Terima Reses Komisi XI DPR RI, Gubernur H. Muhidin Sampaikan Keberhasilan Pemprov Kalsel atas Kinerja Tinggi dan Penurunan Stunting serta Kemiskinan
- Polisi Ringkus Guru Silat Cabul di Banjarmasin
Curah Hujan Menurun Karhutla Meluas di Kalsel

Banajrmasin : Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalsel meninggakat dalam sepekan ini, meski dikategorikan sebagai kemarau basah, namun pada September 2024 curah hujan sangat minim.
Baca Lainnya :
- Relaksasi Pajak Berhasil Tingkatkan PAD Kalsel0
- Gubernur Paman Birin Apresiasi Donasi Truk ke SMKS Bhakti Bangsa, Sinergi antara Dunia Pendidikan dan Industri0
- Pemprov-BRGM Inisiasi Pendidikan Lahan Gambut, Gubernur Paman Birin Dorong Generasi Muda Turut Aktif Pelestarian Lingkungan0
- Gema Maulid Malam ke-15, Habib Ali bin Muhammad Al Haddad Ingatkan Pentingnya Tujuan dari Perayaan Maulid0
- Perpustakaan Palnam Jadi Tempat Puluhan Siswa MTS Al Mawahib Berwisata Literasi0
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalsel, R Suria Fadliansyah memaparkan, jika kebencanaan di wilayah Kalsel, khususnya karhutla terjadi di sebagian besar kabupaten/kota.
Karhutla terjadi di Kota Banjarbaru pada hari Rabu, tanggal 18 September 2024 terjadi di tiga titik, yakni jalan Transpol Ujung Murung (Alam Roh 24) Kelurahan Cempaka Kecamatan Cempaka luas lahan sekitar 0,8 hektar, Kampung Safwah RT 4 Kelurahan Landasan Ulin Tengah Kecamatan Liang Anggang sekitar 0,5 hektar, dan di jalan Ahmad Yani KM 25 Kelurahan Syamsudin Noor Kecamatan Landasan Ulin sekitar 0,001 hektar, lahan pohon pisang.
Kabupaten Barito Kuala tiga titik, yakni di Desa Rantau Bamban Kecamatan Rantau Badauh luas lahan sekitar 2 hektar, kemudian di Desa Semangat Dalam Kecamatan Alalak luas lahan sekitar 3 hektar, dan di Desa Anjir Pasar Kota Kecamatan Anjir Pasar sekitar 0,5 hektar.
Kabupaten Hulu Sungai Selatan di Desa Siang Gantung dan Desa Baru Kecamatan Daha Barat, luas lahan di Desa Siang Gantung sekitar 4 hektar sedangkan di Desa Baru sekitar 3 hektar. Kemudian di Kecamatan Daha Selatan Desa Tumbukan Banyu sekitar 0,4 hektar.
Kota Banjarmasin terjadi di jalan Tembus Mantuil Kelurahan Mantuil Kecamatan Banjarmasin Selatan luas lahan sekitar 0,03 hektar.
Kabupaten Tapin Desa Pulau Pinang Utara Kecamatan Binuang luas lahan sekitar 1 hektar. Kabupaten Banjar di Desa Tatah Jaruju Kecamatan Tatah Makmur luas lahan sekitar 1,5 hektar.
Kabupaten Balangan di Desa Uren Kecamatan Halong luas lahan sekitar 0,8 hektar. Kabupaten Tanah Laut, meski tidak terdaftar dalam laporan kejadian kebencanaan, namun juga terjadi karhutla di Desa Pandahan Kecamatan Bati-bati.
"Bencana asap akibat karhutla kerap melanda saat terjadi musim kemarau, baik itu akibat alam dan juga karena manusia," katanya.
Sementara, Tim Kebencanaan BPBD Kalsel bersama tim lainnya, melakukan pemadaman di wilayah Pandahan mulai dari sore hingga malam.
“Kita menerima informasi kebakaran di daerah Pandahan Ini dari tadi sore jadi kami langsung menuju ke lokasi dari pos induk yang ada di asrama haji kemudian sampai saat ini kami masih belum bisa memadamkan secara total,” ujar Baihaqi Saputra, Tenaga Kebencanaan BPBD Kalsel, Rabu (18/9/2024).
Ia menyebutkan, proses pemadaman mendapatkan banyak kendala seperti alam yakni kecepatan angin dan vegetasi yang terbakar begitu cepat serta keterbatasan personel. Vegetasi yang terbakar merupakan tumbuhan Bundung, yang diklaim jika terbakar menghasilkan kalalatu atau bekas kebakarannya mengakibatkan api berpindah dan meluas.
“Kami berharap, besok kami akan pantau lagi di sini sehingga bantuan dari heli water bombing sangat kita harapkan karena keterbatasan selang kemudian keterbatasan akses jalan kami tidak bisa mengupayakan untuk memadamkan secara total,” tutup Baihaqi. (smartbanua)
