- IFA Archipelago Kalsel 2026 Dimulai, Fathul Jannah: Sasirangan Warisan Budaya Banjar
- Polresta Banjarmasin Tingkatkan Kesiapsiagan hadapi Ancaman Karhutla
- Warga Sungai Rangas Antusias Tukar Sampah dengan Sembako
- Pamor Borneo 2026 Ditutup, Hj. Fathul Jannah Tampil dengan Sasirangan Motif Borneo Bersama
- Lomba Masak Serba Ikan Kalsel 2026 Jadi Momentum Gerakan Makan Ikan untuk Cegah Stunting
- Gubernur H. Muhidin Resmi Buka Pamor Borneo 2026; Dorong Pertumbuhan Ekonomi Melalui Penguatan Investasi, Perdagangan dan Transformasi Digital
- Dit Intelkam Polda Kalsel Ajak Warga HSS Perkuat Persatuan
- Silaturahmi dengan Warga Tanjung Selor, Intelkam Polda Kalsel Bagikan Sembako
- Polda Kalsel Musnahkan 172,4 Kilogaram Sabu dan Ratusan Butir Ekstasi
- Job Fair Kalsel 2026 Sediakan 1.145 Lowongan Kerja
Gubernur Kalsel Tegaskan Penempatan Dana Pemprov di Bank Kalsel Aman dan Menguntungkan

Keterangan Gambar : Gubernur Kalsel H. Muhidin menjelaskan penempatan dana Pemprov di Bank Kalsel aman dan menambah pendapatan daerah, Senin (10/11/2025)

Banjarbaru, smartbanua.com – Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, menegaskan bahwa penempatan dana Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel di Bank Kalsel dilakukan sesuai ketentuan dan tidak menimbulkan kerugian negara. Justru, kebijakan ini memberikan tambahan pendapatan daerah yang sah dan akan dimanfaatkan untuk pembangunan.
Pernyataan ini disampaikan Gubernur saat menerima aksi damai masyarakat Sahabat Anti Kecurangan Bersatu (SAKUTU) yang menyampaikan aspirasinya di Banjarbaru, Senin (10/11/2025).
Baca Lainnya :
- Soeharto Resmi Jadi Pahlawan Nasional 2025, Bersamaan dengan 9 Tokoh Lainnya0
- Entry Meeting Gabungan, Gubernur H. Muhidin Berkomitmen Perbaiki Tata Kelola Keuangan dan Pembangunan Daerah0
- Gubernur Kalsel Dukung Sinergi TNI dan Kejaksaan Amankan Aset Negara0
- Pemprov Kalsel dan DPD RI Perkuat Sinergi : Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional0
- PWI-Adaro Cup 2025 Antar Wartawan Kembali Digelar0
Menurut H. Muhidin, seluruh dana pemerintah daerah tetap berada di rekening resmi Pemprov Kalsel. Dana tersebut ditempatkan dalam bentuk deposito untuk mengoptimalkan pendapatan daerah, dibandingkan jika dibiarkan mengendap dalam rekening giro.
“Dana itu tidak ke mana-mana. Tetap atas nama Pemerintah Provinsi. Tidak ada keuntungan pribadi. Kita justru menjaga kas daerah agar aman sekaligus menghasilkan pendapatan daerah,” ujar H. Muhidin.
Dari penempatan deposito ini, Pemprov Kalsel telah memperoleh tambahan pendapatan sekitar Rp 92 miliar, dan nilainya kini mendekati Rp 100 miliar. Pendapatan tersebut tercatat resmi sebagai pendapatan daerah yang sah.
Gubernur menambahkan, pendapatan tambahan itu akan mendukung pembiayaan pembangunan, termasuk rencana pembangunan jalan alternatif, yang telah diinstruksikan kepada perangkat daerah terkait. Namun, pelaksanaan fisik baru dapat dilakukan pada tahun anggaran 2026, karena setiap pembangunan harus melalui proses perencanaan dan penganggaran terlebih dahulu.
“Pemerintah tidak bisa langsung membangun tanpa anggaran. Rencana peningkatan dan pembukaan jalan alternatif sudah kita minta dipersiapkan, dan akan masuk dalam penganggaran tahun 2026,” jelasnya.
H. Muhidin juga meluruskan kesimpangsiuran informasi terkait dana daerah yang disebut-sebut “ditahan” atau “disimpan” tanpa dasar. Menurutnya, dana giro dan deposito memiliki fungsi berbeda. Dana giro digunakan untuk belanja rutin, sedangkan deposito memberi tambahan pendapatan. Penyesuaian dana dilakukan secara otomatis jika ada kebutuhan penarikan.
“Tidak ada pengendapan dana. Tidak ada kerugian bank maupun kerugian pemerintah. Semua tercatat, diawasi, dan sesuai regulasi,” tegasnya.
Gubernur menegaskan, kebijakan ini telah dijelaskan kepada lembaga terkait, termasuk Kementerian Keuangan dan aparat pengawasan.
“Tujuannya hanya satu, yaitu menjaga dan memperkuat keuangan daerah untuk pembangunan berkelanjutan di Kalimantan Selatan,” pungkas H. Muhidin. (/smartbanua)
