- TP PKK Kalsel Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H, Menyatukan Hati, Merajut Silaturrahmi, Merangkul Semua
- Wakil Gubernur Kalsel Hadiri Haul ke-19 KH. Abdussyukur bin Badrun, Ulama Teladan Martapura
- Penandatanganan Komitmen Bersama; Kepala BKN dan Gubernur, Bupati/Walikota se-Kalsel Terapkan Manajemen Talenta
- Wagub Hasnuryadi Resmi Ketua FPTI Kalsel, Komitmen Tingkatan Pembinaan Atlet Berprestasi Banua
- Gubernur Kalsel Apresiasi REI Expo 2025, Upaya Wujudkan Masyarakat Miliki Rumah Layak Huni dan Terjangkau
- Wagub Hasnuryadi Sulaiman Serahkan Anugerah Kebudayaan Kalsel 2025, Apresiasi Peran Seniman dan Budayawan Melestarikan Budaya Banjar
- Gubernur H. Muhidin Simak Arahan Wakil Menko Polkam pada Rakor Perkembangan Situasi Keamanan dan Kamtibmas
- Berbaur Bersama Jamaah, Wagub Hasnuryadi Sulaiman Hadiri Haul Sultan Suriansyah ke- 499 di Ruang Induk Masjid Sultan Suriansyah Banjarmasin
- Puncak Harjad ke-75 Kabupaten Banjar, Gubernur H. Muhidin Dorong Pembebasan Lahan Jalan Alternatif serta Kewaspadaan Banjir dan Karhutla
- Entry Meeting BPK-Pemprov, Sinergi Efektivitas Program Berdampak Kesejahteraan Masyarakat
Ekonomi Kalsel Tumbuh 4,81 Persen Semester I Tahun 2025

Banjarmasin : Perekonomian Kalimantan Selatan (Kalsel) tumbuh stabil pada Semester I 2025 dengan capaian pertumbuhan sebesar 4,81 persen (yoy), sedikit di bawah rata-rata nasional 4,87 persen.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kalsel, Catur Ariyanto Widodo, mengatakan pertumbuhan ini mencerminkan ketahanan ekonomi daerah di tengah tekanan global.
Baca Lainnya :
- Pemprov Kalsel Apresiasi Suksesnya 4th Kalimantan Rescue Challenge0
- PUPR Kalsel Siap Pasang Lampu Stadion 17 Mei0
- Pemprov Kalsel Sambut Baik Sosialisasi Tanah Ulayat0
- Menteri ATR BPN 850.000 Hektare Tanah APL di Kalsel Belum Terdaftar0
- OJK Tegaskan Pengangkatan Empat Komisaris di Bank KalselTidak Melanggar Aturan0
“Stabilitas ini menjadi bukti bahwa pondasi ekonomi Kalsel cukup kuat, terutama dari sisi konsumsi dan sektor unggulan seperti pertambangan,” kata Catur, Banjarmasin, Jumat (1/8/2025).
Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku (ADHB) tercatat sebesar Rp70,86 triliun dan atas dasar harga konstan (ADHK) sebesar Rp38,24 triliun. Struktur ekonomi didominasi sektor pertambangan (28,33 persen) dan konsumsi rumah tangga (48,55 persen), yang menjadi penggerak utama ekonomi daerah.
Inflasi pada Juni 2025 terjaga di level 0,23 persen (mtm) dan 1,81 persen (yoy), sedikit dibawah nasional 1,87 persen. Kabupaten Tanjung mencatat inflasi tertinggi 2,79 persen yoy, sementara deflasi terjadi di Hulu Sungai Tengah sebesar 0,47 persen.
Komoditas penyumbang inflasi tahunan antara lain emas perhiasan, minyak goreng, kopi bubuk, sigaret kretek mesin, dan ikan gabus. Sementara beras, daging ayam ras, tarif parkir, ikan nila, dan telur ayam ras justru mengalami penurunan harga.
Untuk menjaga stabilitas harga, Pemprov Kalsel menjalankan berbagai langkah pengendalian seperti Gerakan Pasar Murah (GPM), subsidi pupuk batubara untuk padi dan jagung, serta subsidi angkutan pangan bekerja sama dengan Dinas Perhubungan.
Neraca perdagangan Kalsel masih mencatatkan surplus pada Juni 2025 sebesar US$655,24 juta. Meskipun turun 30,81 persen dibanding tahun lalu, penurunan ini terutama disebabkan oleh lesunya ekspor batubara dan lignit. Di sisi lain, impor juga turun 36,5 persen.
Sementara itu, realisasi pendapatan negara hingga Semester I 2025 mencapai Rp5,75 triliun atau 26,08 persen dari target tahunan Rp22,04 triliun. Pendapatan didominasi oleh penerimaan perpajakan sebesar Rp4,48 triliun.
Selain itu, penerimaan kepabeanan dan cukai tercatat Rp450 miliar, mayoritas berasal dari Bea Keluar. Sedangkan penerimaan lain seperti Pajak Dalam Rangka Impor (PDRI) mencapai Rp1,08 triliun yang terdiri dari PPh Impor dan PPN Impor.
PNBP juga memberikan kontribusi signifikan sebesar Rp805,87 miliar, terdiri dari pendapatan BLU Rp211,39 miliar dan PNBP lainnya Rp594,48 miliar. DJKN menyumbang Rp13,78 miliar dari pengelolaan aset, piutang negara, dan lelang.
“Capaian fiskal ini mencerminkan kinerja yang solid dari seluruh unit pengelola penerimaan di daerah,” ucap Catur.
Catur menambahkan bahwa sinergi lintas sektor harus terus diperkuat untuk menjaga momentum pertumbuhan yang berkelanjutan.
“Kami optimis, dengan kolaborasi yang baik antara pemerintah pusat dan daerah, perekonomian Kalsel akan terus tumbuh inklusif dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.(smart banua)