- Polda Kalsel Gagalkan Penyelundupan 64 Kg Sisik Trenggiling
- Kabut Asap Karhutla, Sekolah di Kalsel Diminta Sesuaikan Pembelajaran
- Wamenko Pangan Terjun Padamkan Karhutla di Banjarbaru
- Gubernur Kalsel Resmi Tutup Kalsel Expo 2026; Transaksi Penjualan Capai Rp20 Miliar dan Pengunjung Hingga 1.2 Juta Orang
- Farrel Bangga Jadi Pengibar Bendera Pusaka Kalsel
- Sebanyak 51 Narapidana di Kalsel Bebas di Momentum HUT ke-81 RI
- Haul Agung Sultan Suriansyah ke-500 Dipadati Lebih dari 10 Ribu Jemaah
- Wagub Kalsel Hadiri Haul ke-48 KH. Muhammad Salim bin Ma ruf di Martapura
- Sholat Jumat Perdana Digelar, Masjid Syekh Arsyad Al Banjari Disiapkan Jadi Islamic Center
- Gubernur Muhidin Kukuhkan 44 Paskibraka Kalsel 2026, Siap Kibarkan Merah Putih
Ekonomi Kalsel Tumbuh 4,81 Persen Semester I Tahun 2025

Banjarmasin : Perekonomian Kalimantan Selatan (Kalsel) tumbuh stabil pada Semester I 2025 dengan capaian pertumbuhan sebesar 4,81 persen (yoy), sedikit di bawah rata-rata nasional 4,87 persen.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kalsel, Catur Ariyanto Widodo, mengatakan pertumbuhan ini mencerminkan ketahanan ekonomi daerah di tengah tekanan global.
Baca Lainnya :
- Pemprov Kalsel Apresiasi Suksesnya 4th Kalimantan Rescue Challenge0
- PUPR Kalsel Siap Pasang Lampu Stadion 17 Mei0
- Pemprov Kalsel Sambut Baik Sosialisasi Tanah Ulayat0
- Menteri ATR BPN 850.000 Hektare Tanah APL di Kalsel Belum Terdaftar0
- OJK Tegaskan Pengangkatan Empat Komisaris di Bank KalselTidak Melanggar Aturan0
“Stabilitas ini menjadi bukti bahwa pondasi ekonomi Kalsel cukup kuat, terutama dari sisi konsumsi dan sektor unggulan seperti pertambangan,” kata Catur, Banjarmasin, Jumat (1/8/2025).
Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku (ADHB) tercatat sebesar Rp70,86 triliun dan atas dasar harga konstan (ADHK) sebesar Rp38,24 triliun. Struktur ekonomi didominasi sektor pertambangan (28,33 persen) dan konsumsi rumah tangga (48,55 persen), yang menjadi penggerak utama ekonomi daerah.
Inflasi pada Juni 2025 terjaga di level 0,23 persen (mtm) dan 1,81 persen (yoy), sedikit dibawah nasional 1,87 persen. Kabupaten Tanjung mencatat inflasi tertinggi 2,79 persen yoy, sementara deflasi terjadi di Hulu Sungai Tengah sebesar 0,47 persen.
Komoditas penyumbang inflasi tahunan antara lain emas perhiasan, minyak goreng, kopi bubuk, sigaret kretek mesin, dan ikan gabus. Sementara beras, daging ayam ras, tarif parkir, ikan nila, dan telur ayam ras justru mengalami penurunan harga.
Untuk menjaga stabilitas harga, Pemprov Kalsel menjalankan berbagai langkah pengendalian seperti Gerakan Pasar Murah (GPM), subsidi pupuk batubara untuk padi dan jagung, serta subsidi angkutan pangan bekerja sama dengan Dinas Perhubungan.
Neraca perdagangan Kalsel masih mencatatkan surplus pada Juni 2025 sebesar US$655,24 juta. Meskipun turun 30,81 persen dibanding tahun lalu, penurunan ini terutama disebabkan oleh lesunya ekspor batubara dan lignit. Di sisi lain, impor juga turun 36,5 persen.
Sementara itu, realisasi pendapatan negara hingga Semester I 2025 mencapai Rp5,75 triliun atau 26,08 persen dari target tahunan Rp22,04 triliun. Pendapatan didominasi oleh penerimaan perpajakan sebesar Rp4,48 triliun.
Selain itu, penerimaan kepabeanan dan cukai tercatat Rp450 miliar, mayoritas berasal dari Bea Keluar. Sedangkan penerimaan lain seperti Pajak Dalam Rangka Impor (PDRI) mencapai Rp1,08 triliun yang terdiri dari PPh Impor dan PPN Impor.
PNBP juga memberikan kontribusi signifikan sebesar Rp805,87 miliar, terdiri dari pendapatan BLU Rp211,39 miliar dan PNBP lainnya Rp594,48 miliar. DJKN menyumbang Rp13,78 miliar dari pengelolaan aset, piutang negara, dan lelang.
“Capaian fiskal ini mencerminkan kinerja yang solid dari seluruh unit pengelola penerimaan di daerah,” ucap Catur.
Catur menambahkan bahwa sinergi lintas sektor harus terus diperkuat untuk menjaga momentum pertumbuhan yang berkelanjutan.
“Kami optimis, dengan kolaborasi yang baik antara pemerintah pusat dan daerah, perekonomian Kalsel akan terus tumbuh inklusif dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.(smart banua)
