- Police Expo 2026 Resmi Dibuka, Gubernur Muhidin Ajak Warga Kalsel Meriahkan Hari Bhayangkara ke-80
- Pemprov Kalsel Jemput Anak Putus Sekolah, Pendidikan Kesetaraan Diperkuat
- Hadapi Puncak Kemarau, Pemprov Kalsel Perkuat Kompetensi Damkar
- Rayakan Hari Bhayangkara ke-80, Polda Kalsel Gelar Bakti Sosial untuk Masyarakat
- Silaturahmi Gubernur H. Muhidin Bersama Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI); Sinergi Peluang Kerja Aman dan Berkualitas bagi Masyarakat
- Kapolda Kalsel Pimpin Anjangsana Sambut Hari Bhayangkara ke-80
- Kalsel Siapkan Perdagangan Karbon sebagai Sumber Ekonomi Masa Depan
- Gubernur H. Muhidin Launching Layanan Devisa Bank Kalsel; Siap Layani Transaksi Internasional
- Polda Kalsel Musnahkan 2,7 Kg Sabu dan 7.019 Butir Ekstasi
- Gubernur H. Muhidin Resmi Buka MTQ Nasional XXXVII Tingkat Provinsi Kalsel di Barito Kuala
Cuaca Ekstrem Banjarbaru Berpotensi Ganggu Penerbangan di Bandara Syamsudin Noor
Hujan deras, angin kencang, dan visibilitas rendah di Banjarbaru berpotensi mengganggu penerbangan di Bandara Syamsudin Noor. Pantau jadwal penerbangan terkini.

Keterangan Gambar : CUACA EKSTREM: Hujan deras mengguyur wilayah Landasan Ulin, Kota Banjarbaru beberapa hari terakhir berpotensi mengganggu penerbangan (foto : istimewa)
Banjarbaru, smartbanua.com – Kota Banjarbaru dan sekitarnya diguyur hujan deras dalam beberapa hari terakhir, berpotensi memengaruhi aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Syamsudin Noor. Cuaca ekstrem seperti angin kencang, petir, dan visibilitas rendah menjadi faktor yang dapat memengaruhi jadwal penerbangan.
Meski demikian, pihak bandara memastikan operasional penerbangan masih berjalan normal. Ahmad Zulfian Noor, Branch Communication & CSR Department Head Bandara Syamsudin Noor, menegaskan belum ada penerbangan yang tertunda akibat cuaca buruk.
Baca Lainnya :
- Polda Kalsel Gagalkan Peredaran 44,5 Kg Sabu dan 24.928 Butir Ekstasi Antar provinsi0
- Tim SAR Gabungan Temukan Korban Tenggelam di Sungai Barito Banjarmasin0
- Muhammad Rafiq Al Bukhory Sumbang Emas dan Perak untuk Kalsel di POPNAS XVII 20250
- BPBD Kalsel Perkuat Mitigasi Bencana lewat FGD IKD dan KRB 20250
- Renang Kalsel Raih 4 Medali Perunggu di Hari Pertama Peparpenas XI 20250
“Operasional bandara hingga saat ini berjalan normal dan terkendali. Jarak pandang untuk penerbangan masih aman,” ujar Zulfian, Selasa (11/4).
Zulfian menambahkan, prosedur keselamatan penerbangan tetap diterapkan secara ketat. Dalam kondisi cuaca ekstrem, keputusan penundaan atau penyesuaian jadwal dilakukan oleh maskapai berdasarkan koordinasi dengan AirNav Indonesia dan Otoritas Bandar Udara.
“Keselamatan tetap menjadi prioritas utama. Kami terus berkoordinasi dengan seluruh stakeholder untuk memastikan keamanan dan kenyamanan penumpang,” imbuhnya.
Calon penumpang diimbau memantau jadwal penerbangan melalui maskapai masing-masing dan memperhatikan pengumuman resmi dari bandara jika terjadi perubahan akibat cuaca.
Sementara itu, Bayu Kencana Putra, Prakirawan Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor Banjarmasin, menyebut fase lepas landas dan pendaratan merupakan momen paling berisiko terdampak cuaca ekstrem.
“Karena dapat mengganggu jarak pandang atau visibilitas. Angin kencang dan sambaran petir juga bisa membahayakan penerbangan,” ujarnya, Selasa (4/11).
Berdasarkan data BMKG, curah hujan di wilayah Banjarbaru pada awal November tercatat 90–120 milimeter per dasarian, dengan peluang hujan 40–60 persen. Hujan sedang hingga lebat diperkirakan terjadi hampir setiap hari, terutama sore dan malam, seiring masuknya puncak musim hujan.
“Intensitas hujan cukup sering karena sekarang sudah masuk puncak musim hujan di bulan November,” tambah Bayu.
BMKG mengimbau masyarakat dan pelaku transportasi untuk selalu mengakses informasi prakiraan cuaca melalui kanal resmi BMKG atau aplikasi Info BMKG.
“Informasi yang akurat sangat penting agar aktivitas bisa disesuaikan dengan kondisi cuaca terkini,” tegas Bayu.
(/smartbanua)
