- Milad ke-51 MUI Kalsel, Gubernur H. Muhidin Tekankan Sinergi Ulama dan Umara untuk Kemajuan Banua
- Gubernur Kalsel H Muhidin Ungkap Alasan PLN Lakukan Pemadaman Listrik Bergilir
- Polresta Banjarmasin Bersihkan Eks Terminal Pasar Sentra Antasari, Wujudkan Lingkungan Sehat
- ETLE Handheld Tindak 20 Pelanggar Parkir di Badan Jalan Banjarmasin
- Wagub Hasnuryadi Tegaskan Pemprov Kalsel Siap Bersinergi Kembangkan Olahraga Sambo di Banua
- Gubernur H. Muhidin Resmi Dilantik Sebagai Ketua Majeliis Pembimbing Daerah (Mabida) Gerakan Pramuka Provinsi Kalsel
- Hj. Fathul Jannah Dilantik sebagai Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Kalsel; Siap Perkuat Pembentukan Karakter dan Pengembangan Potensi Generasi Muda
- Komitmen Gubernur Kalsel H. Muhidin Terus Tingkatkan Berbagai Program Gerakan Pramuka ke Tingkat Nasional
- Seminar Hari Kebaya Nasional 2026, TP PKK Kalsel Ajak Generasi Muda Lestarikan Kebaya
- Gubernur Kalsel Apresiasi Milad ke-30 Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, Dorong SDM Unggul dan Berdaya Saing
Banjir Tak Kunjung Surut, BNPB Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di Kalimantan Selatan

Keterangan Gambar : Banjir Rob Genangi Jalan Trans Kalimantan, Kalsel. (Foto:RRI).
Banjarmasin – Banjir yang tak kunjung surut di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan mendorong Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengambil langkah mitigasi lanjutan melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Operasi ini resmi dimulai pada Jumat (9/1/2026) sebagai upaya menekan curah hujan di daratan agar dampak banjir tidak semakin meluas.
Direktur Dukungan Sumber Daya Darurat (DSDD) BNPB, Agus Riyanto, menjelaskan bahwa pelaksanaan OMC dilakukan secara terukur dan berbasis data meteorologi terkini. Penentuan lokasi penyemaian awan tidak dilakukan secara acak, melainkan berdasarkan pemantauan cuaca real-time melalui radar dan citra satelit, khususnya terhadap awan-awan yang berpotensi memicu hujan lebat di wilayah terdampak banjir.
Baca Lainnya :
- Wagub Kalsel Hasnuryadi Sulaiman Hadiri Apel Gelar Pasukan Pengamanan Kunjungan Presiden Prabowo0
- Pemprov Kalsel Matangkan Persiapan Kunjungan Presiden Prabowo, Sekolah Rakyat Siap Diresmikan0
- Fokuskan Layanan Kesehatan dan Kelompok Rentan, TP PKK Kalsel Hadir di Lokasi Banjir Sungai Rangas0
- Wapres Gibran Janji Beri Perhatian Khusus Penanganan Banjir di Kalsel 0
- Banjir Kalsel Tak Surut, Wagub Hasnuryadi Turun Langsung Salurkan Bantuan ke Warga0
“Terkait lokasi semai, akan menyesuaikan dengan situasi dan kondisi ancaman awan potensi hujan yang terpantau melalui radar maupun satelit cuaca,” ujar Agus Riyanto.
Dalam pelaksanaannya, BNPB menerapkan dua strategi utama guna memaksimalkan efektivitas Operasi Modifikasi Cuaca. Strategi pertama adalah blocking atau penghadangan menggunakan bahan semai garam (NaCl). Metode ini bertujuan memaksa awan hujan yang bergerak dari arah perairan untuk menjatuhkan hujan lebih awal di laut sebelum mencapai daratan Kalimantan Selatan.
“Awan yang datang dari arah perairan kita hadang agar hujannya turun lebih dulu di laut, sehingga tidak menambah curah hujan di daratan,” jelasnya.
Strategi kedua adalah peluruhan awan dengan menggunakan kapur tohor (CaO). Bahan ini berfungsi untuk mengurai awan-awan lokal yang tumbuh di atas daratan agar tidak menumpuk dan berkembang menjadi hujan lebat, terutama di kawasan permukiman warga.
Menurut Agus, tujuan utama pelaksanaan OMC adalah mengurangi konsentrasi awan hujan sehingga intensitas curah hujan di daratan Kalimantan Selatan dapat ditekan. Dengan berkurangnya hujan, diharapkan debit sungai-sungai besar tidak terus meningkat dan kondisi banjir dapat berangsur terkendali.
“Harapannya, curah hujan yang jatuh di permukiman warga dapat berkurang secara signifikan, sehingga tinggi muka air sungai bisa dijaga dan risiko banjir susulan dapat diminimalkan,” katanya.
Saat ini, petugas OMC BNPB telah bersiaga di lapangan dan siap melakukan penerbangan penyemaian perdana setelah seluruh bahan semai tiba di landasan. Operasi ini dilaksanakan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca Kalimantan Selatan yang masih fluktuatif serta pengaruh pasang air laut yang turut menghambat surutnya banjir di sejumlah wilayah. (/smartbanua)
