- IFA Archipelago Kalsel 2026 Dimulai, Fathul Jannah: Sasirangan Warisan Budaya Banjar
- Polresta Banjarmasin Tingkatkan Kesiapsiagan hadapi Ancaman Karhutla
- Warga Sungai Rangas Antusias Tukar Sampah dengan Sembako
- Pamor Borneo 2026 Ditutup, Hj. Fathul Jannah Tampil dengan Sasirangan Motif Borneo Bersama
- Lomba Masak Serba Ikan Kalsel 2026 Jadi Momentum Gerakan Makan Ikan untuk Cegah Stunting
- Gubernur H. Muhidin Resmi Buka Pamor Borneo 2026; Dorong Pertumbuhan Ekonomi Melalui Penguatan Investasi, Perdagangan dan Transformasi Digital
- Dit Intelkam Polda Kalsel Ajak Warga HSS Perkuat Persatuan
- Silaturahmi dengan Warga Tanjung Selor, Intelkam Polda Kalsel Bagikan Sembako
- Polda Kalsel Musnahkan 172,4 Kilogaram Sabu dan Ratusan Butir Ekstasi
- Job Fair Kalsel 2026 Sediakan 1.145 Lowongan Kerja
Disdikbud dan BPMP Kalsel Gelar Lomba Dongeng 2025: Lestarikan Tradisi Lisan, Tanamkan Nilai Budaya Banua

BANJARBARU, smartbanua.com – Dalam upaya melestarikan budaya daerah sekaligus menghidupkan kembali tradisi lisan Banua, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Selatan bekerja sama dengan Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) Kalsel menggelar Lomba Dongeng Karya Cipta Baru 2025.
Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam memperkenalkan nilai moral dan karakter kepada generasi muda melalui seni bertutur, sebagaimana disampaikan Sekretaris Disdikbud Kalsel, Hadeli Rosayidi, mewakili Kepala Disdikbud, Galuh Tantri Narindra.
Baca Lainnya :
- dr. Diauddin Buka Festival BKOM Aerobik 2025: Wujudkan Generasi Sehat, Masa Depan Hebat0
- Karate Kalsel Raih 1 Emas dan 2 Perunggu di POPNAS XVII 2025 Jakarta0
- Tampilkan Parang Tambak, Pertunjukan Wayang Gung dan Wayang Kulit Banjar di Taman Budaya Kalsel0
- Saksikan, 7 November 2025 SPSI dan UPTD Taman Budaya Kalsel Tampilkan Pagelaran Wayang Kulit Banjar dan Wayang Gung0
- Habib Muhammad Alhabsy Sambangi Kediaman Wagub Kalsel, Tausiah dan Doa Bersama0
“Dongeng adalah media efektif untuk menanamkan nilai-nilai kehidupan. Karena itu, lomba ini sangat baik bagi anak-anak di Kalimantan Selatan agar lebih mencintai budaya Banua,” ujar Hadeli, Kamis (6/11/2025).
Tumbuhkan Kreativitas dan Cinta Budaya Lokal
Lomba dongeng tahun ini mengusung tema “Seni dan Budaya”, dengan karya berupa video dongeng orisinal. Peserta dibagi dalam tiga kategori, yakni:
-
PAUD,
-
SD kelas 1–3, dan
-
SD kelas 4–6.
Para juara pertama dari masing-masing kategori akan mewakili Provinsi Kalimantan Selatan di ajang lomba dongeng tingkat nasional.
Hadeli berharap kegiatan ini dapat melahirkan generasi muda yang kreatif, berkarakter, serta mencintai budaya daerah. Selain itu, ajang ini juga memperkuat sinergi antara pelaku seni, lembaga pendidikan, dan pemerintah dalam memajukan kebudayaan Banjar.
Dongeng Sebagai Wadah Ekspresi dan Pembelajaran
Sementara itu, Kepala Seksi Kesenian Disdikbud Kalsel, Sunjaya Adhiarso, menuturkan bahwa lomba ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah pembelajaran budaya dan ruang ekspresi seni bagi pelajar.
“Kami ingin menumbuhkan kembali semangat bercerita khas Banua, menghadirkan karya-karya baru yang tetap berakar pada nilai lokal namun relevan dengan generasi masa kini,” ungkapnya.
Selain lomba, kegiatan juga dirangkai dengan diskusi budaya yang melibatkan pelajar, mahasiswa, akademisi, komunitas seni, pecinta tradisi lisan, serta instansi pemerintah.
Revitalisasi Tradisi Mendongeng Banua
Melalui kegiatan ini, Disdikbud dan BPMP Kalsel berharap tradisi mendongeng kembali mendapat tempat di hati masyarakat. Dongeng diharapkan tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarana pendidikan karakter dan pelestarian budaya Banjar di era modern.(/smartbanua)
