- Polda Kalsel Gagalkan Penyelundupan 64 Kg Sisik Trenggiling
- Kabut Asap Karhutla, Sekolah di Kalsel Diminta Sesuaikan Pembelajaran
- Wamenko Pangan Terjun Padamkan Karhutla di Banjarbaru
- Gubernur Kalsel Resmi Tutup Kalsel Expo 2026; Transaksi Penjualan Capai Rp20 Miliar dan Pengunjung Hingga 1.2 Juta Orang
- Farrel Bangga Jadi Pengibar Bendera Pusaka Kalsel
- Sebanyak 51 Narapidana di Kalsel Bebas di Momentum HUT ke-81 RI
- Haul Agung Sultan Suriansyah ke-500 Dipadati Lebih dari 10 Ribu Jemaah
- Wagub Kalsel Hadiri Haul ke-48 KH. Muhammad Salim bin Ma ruf di Martapura
- Sholat Jumat Perdana Digelar, Masjid Syekh Arsyad Al Banjari Disiapkan Jadi Islamic Center
- Gubernur Muhidin Kukuhkan 44 Paskibraka Kalsel 2026, Siap Kibarkan Merah Putih
Curah Hujan Menurun, Pemprov Kalsel Tingkatkan Kesiapsiagaan Karhutla

Banjarbaru - Pemprov Kalsel mulai meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring berkurangnya curah hujan di sejumlah wilayah. Meski status siaga darurat belum ditetapkan, berbagai langkah antisipasi telah dipercepat agar penanganan dapat dilakukan secara cepat saat risiko meningkat.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, Ronny Eka Saputra, mengatakan kondisi wilayah banua saat ini belum memenuhi syarat untuk penetapan status siaga darurat karena hujan masih terjadi di beberapa daerah.
Baca Lainnya :
- Kisah Muda Tan Malaka, Novel Karya Sjarapuddin Dibedah di Banjarmasin0
- Museum Lambung Mangkurat Kini Ruang Belajar Inovatif bagi Generasi Muda0
- Dispora Kalsel Siapkan Wirausaha Muda Melek Digital 0
- BKOW Kalsel Gelar Sunatan Massal Gratis, Ellyana Trisya Hasnuryadi: Wujud Kepedulian untuk Anak Kurang Mampu0
- Terpilih Aklamasi, Hasnuryadi Sulaiman Komitmen Perkuat Pembinaan Atlet dan Prestasi KONI Kalsel0
"Status siaga darurat belum ditetapkan karena kondisi di lapangan masih belum memenuhi indikator. Namun kami terus memperkuat kesiapsiagaan agar seluruh personel dan peralatan siap jika sewaktu-waktu terjadi karhutla," ujarnya.
Sebagai bentuk antisipasi, BPBD Kalsel juga akan menggelar rapat koordinasi bersama seluruh pemangku kepentingan guna menyatukan langkah dalam menghadapi ancaman karhutla selama musim kemarau.
Persiapan tidak hanya dilakukan BPBD. Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Provinsi Kalimantan Selatan juga memperkuat kesiapsiagaan, baik dari sisi sumber daya manusia maupun sarana dan prasarana.
Kepala Satpol PP dan Damkar Provinsi Kalimantan Selatan, Dany Matera Saputra, melalui Kepala Bidang Perlindungan Masyarakat dan Pemadam Kebakaran, Maulana Fatahillah, menyampaikan pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk menghadapi potensi karhutla tahun ini.
"Kami terus meningkatkan kesiapan personel, memastikan peralatan pemadam dalam kondisi siap pakai, serta memperkuat koordinasi dengan instansi terkait agar respons penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan efektif," katanya.
Sementara itu, data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Selatan turut memperkuat alasan belum diberlakukannya status siaga darurat.
Berdasarkan pemantauan Hari Tanpa Hujan (HTH) hingga 30 Juni 2026, sebagian besar wilayah Kalimantan Selatan masih berada pada kategori sangat pendek, yakni baru mengalami satu hingga lima hari tanpa hujan.
BMKG juga mencatat masih terdapat sejumlah daerah yang menerima hujan hingga pembaruan data terakhir.
Kondisi tersebut menunjukkan potensi karhutla memang mulai meningkat seiring memasuki musim kemarau, namun belum berada pada tingkat yang mengharuskan penetapan status siaga darurat. (/smartbanua)
